Kuliah Umum bersama Walikota Sawahlunto

Kamis, 24 Oktober 2019 di ruang sidang Dekanat FISIP Lantai 2, Universitas Andalas. Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Andalas menyelenggarakan Kuliah Umum "Tantangan dan Strategi Kota Sawahlunto sebagai Kota Warisan Budaya Dunia yang diakui oleh UNESCO dengan Kota Sawahlunto". Ini merupakan langkah awal dalam menjalin kerjasama dengan Pemerintahan Sawahlunto yang kemudian diikuti dengan penandatanganan MoU. Kegiatan ini diawali dengan penandatanganan MoU oleh Dekan FISIP Universitas Andalas dan Walikota Sawahlunto, dilanjutkan dengan penyampaian materi dari Deri Asta, S.H, Walikota Sawahlunto. dan moderator Revi Marta, M.I.Kom. Kegiatan ini dibuka oleh Dekan FISIP Universitas Andalas, Dr. Alfan Miko, M.Si, dan dihadiri oleh Kepala Dinas Kebudayaan Kota Sawahlunto, Kepala Dinas dan Kasi Pariwisata Kota Sawahlunto, Badan Penelitian dan Pembangunan Daerah Kota Sawahlunto, Humas Kota Sawahlunto, Dekan FISIP dan FIB, Wakil Dekan 1 dan 2, serta Dosen Ilmu Komunikasi dan Fakultas Ilmu Budaya.

Kuliah umum ini membahas mengenai tantangan dan strategi yang dilakukan oleh pemerintahan Sawahlunto dalam mendapatkan pengakuan dari UNESCO. Berawal dari penemuan sumber daya alam batu bara, Sawahlunto menjadi kota industri sejak tahun 1800-an. Namun, penghentian produksi batu bara membuat Sawahlunto mengalami penurunan penduduk karena banyaknya karyawan yang berhenti dan pindah yang kemudian mengurangi transaksi keuangan di kota tersebut. Sehingga Sawahlunto hampir menjadi kota mati. Akhirnya, pemerintah dan legist;atif, para petinggi, serta warga kota merumuskan visi menjadikan kota ini menjadi kota wisata tambang yang berbudaya. Komitmen ini didukung dengan peraturan-peraturan, pelestarian dan pembuatan objek-objek wisata yang mendukung kebangkitan kota ini lagi, yang kemudian mendapatkan pengakuan dari UNESCO atas usaha yang telah dilakukan dalam beberapa dekade ini.

Pengakuan dari UNESCO ini didapatkan pada Juli 2019 yang semakin mengukuhkan Kota Sawahlunto sebagai Kota Warisan Budaya Dunia ke lima di Indonesia, mendukung visi kota yakni menjadi Kota Wisata Tambang yang Berbudaya Tahun 2020. Pengakuan ini diharapkan menjadi jalan untuk meningkatkan sektor di bidang kepariwisataan dan mendukung kebudayaan di Kota Sawahlunto. Tentunya hal ini  menjadi tugas berat bersama, pemerintah Kota Sawahlunto dengan seluruh pemangku kepentingan serta warga didukung juga oleh para akademisi di lingkungan Universitas Andalas, terutama Ilmu Komunikasi dalam mengembangkan potensi ini.