Wednesday, 13 November 2019 10:51

Kuliah Umum bersama Walikota Sawahlunto

Kamis, 24 Oktober 2019 di ruang sidang Dekanat FISIP Lantai 2, Universitas Andalas. Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Andalas menyelenggarakan Kuliah Umum "Tantangan dan Strategi Kota Sawahlunto sebagai Kota Warisan Budaya Dunia yang diakui oleh UNESCO dengan Kota Sawahlunto". Ini merupakan langkah awal dalam menjalin kerjasama dengan Pemerintahan Sawahlunto yang kemudian diikuti dengan penandatanganan MoU. Kegiatan ini diawali dengan penandatanganan MoU oleh Dekan FISIP Universitas Andalas dan Walikota Sawahlunto, dilanjutkan dengan penyampaian materi dari Deri Asta, S.H, Walikota Sawahlunto. dan moderator Revi Marta, M.I.Kom. Kegiatan ini dibuka oleh Dekan FISIP Universitas Andalas, Dr. Alfan Miko, M.Si, dan dihadiri oleh Kepala Dinas Kebudayaan Kota Sawahlunto, Kepala Dinas dan Kasi Pariwisata Kota Sawahlunto, Badan Penelitian dan Pembangunan Daerah Kota Sawahlunto, Humas Kota Sawahlunto, Dekan FISIP dan FIB, Wakil Dekan 1 dan 2, serta Dosen Ilmu Komunikasi dan Fakultas Ilmu Budaya.

Kuliah umum ini membahas mengenai tantangan dan strategi yang dilakukan oleh pemerintahan Sawahlunto dalam mendapatkan pengakuan dari UNESCO. Berawal dari penemuan sumber daya alam batu bara, Sawahlunto menjadi kota industri sejak tahun 1800-an. Namun, penghentian produksi batu bara membuat Sawahlunto mengalami penurunan penduduk karena banyaknya karyawan yang berhenti dan pindah yang kemudian mengurangi transaksi keuangan di kota tersebut. Sehingga Sawahlunto hampir menjadi kota mati. Akhirnya, pemerintah dan legist;atif, para petinggi, serta warga kota merumuskan visi menjadikan kota ini menjadi kota wisata tambang yang berbudaya. Komitmen ini didukung dengan peraturan-peraturan, pelestarian dan pembuatan objek-objek wisata yang mendukung kebangkitan kota ini lagi, yang kemudian mendapatkan pengakuan dari UNESCO atas usaha yang telah dilakukan dalam beberapa dekade ini.

Pengakuan dari UNESCO ini didapatkan pada Juli 2019 yang semakin mengukuhkan Kota Sawahlunto sebagai Kota Warisan Budaya Dunia ke lima di Indonesia, mendukung visi kota yakni menjadi Kota Wisata Tambang yang Berbudaya Tahun 2020. Pengakuan ini diharapkan menjadi jalan untuk meningkatkan sektor di bidang kepariwisataan dan mendukung kebudayaan di Kota Sawahlunto. Tentunya hal ini  menjadi tugas berat bersama, pemerintah Kota Sawahlunto dengan seluruh pemangku kepentingan serta warga didukung juga oleh para akademisi di lingkungan Universitas Andalas, terutama Ilmu Komunikasi dalam mengembangkan potensi ini.

HRDu (Human Resourcer Developments Unit) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Andalas adakan pelatihan dasar organisasi bagi mahasiswa FISIP yang diadakan di Aula Gedung Pasacasarjana Kampus LImau Manis, acara ini bertujuan untuk menggali potensi dasar diri mahasiswa, berbagai potensi diri inilah yang akan membantu kita dalam menyikapi kehidupan. Drs Rinaldi Ekaputra, M.Si sebagai ketua HRDu FISIP menjelaskan setiap orang memiliki potensi dalam diri yang bisa dikembangkan, ada beberapa hal dasar yang harus ketahui:

1. Kenali kekurangan dan kelebihan 

2. Tumbuhkan Motivasi diri

3. Ciptakan Personal branding dan publik speaking

Monday, 21 October 2019 15:04

Bedah Buku Jurusan Ilmu Politik

Pada Senin 21 Oktober 2019, bertempat di ruang sidang Dekanat Fisip lantai dua, telah dilaksanakan kegiatan
Bedah Buku Kontestasi Elektoral dan Keterbelahan Publik
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh penulis buku Pangi Syarwi Chaniago, S.IP, M.IP yang merupakan Alumni Ilmu Politik Unand dan Direktur Voxpol Center.

Ketua Jurusan Ilmu Politik Dr. Indah Adi Putri,M.IP menyatakan kedatangan penulis buku bapak Pangi merupakan kebanggaan tersendiri untuk jurusan Ilmu Politik. Karena ibarat siriah pulang ka tampuaknyo, maka kehadiran Pangi yang merupakan alumni Ilmu Politik Unand menjadi simbol kesuksesan Jurusan Ilmu Politik dalam menghasilkan lulusan yang berprestasi dan berkiprah di tingkat nasional.
Kegiatan ini dilaksanakan oleh Labor Ilmu Politik, Universitas Andalas dan dibuka secara langsung oleh Dekan Fisip Unand, Dr.Alfan Miko,MSi

Dalam rangka kunjungan balasan ke FISIP Universitas Andalas pada 27 September 2019, Dekan FISIP UNSRI beserta jajaran pimpinan mengunjungi sekaligus silaturahim dengan Pimpinan FISIP Unand yang disambut langsung Bpk Dekan Dr. Alfan Miko, M.Si yang membuka acara diruang sidang dekanat lt.2 FISIP. Pada kesempatan ini Dekan FISIP UNSRI berkeinginan Kampus UNSRI terutama Fakultal ISIP UNSRI bisa belajar dari FISIP UNAND dari segi Penataan ruang, akademik kemahasiswaan dimana dijelaskan Bpk . Wakil Dekan II Dr. Indraddin, M.Si menjelaskan dari proses mahasiswa mendaftar, proses perkuliahan hingga lulus menjadi sarjana

Monday, 09 September 2019 15:25

Bahas Isu Penting ASEAN, UNAND Adakan IC-ASEAN

Padang (Unand) – Dalam rangka membahas, mengevaluasi dan mendiskusikan beberapa isu penting di lingkup ASEAN, Pusat Studi ASEAN (PSA) Universitas Andalas mengadakan seminar Internasional on ASEAN (IC-ASEAN).

“Kegiatan ini terselenggarakan berkat kerjasama Pusat Studi ASEAN (PSA) Universitas Andalas dengan dengan Direktorat Jenderal Kerjasama ASEAN, Kementrian Luar Negeri Republik Indonesia,” ungkap ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Andalas Dr Ing. Uyung Gatot S. Dinata, ST, MT, didampingi Direktur PSA Zulkifli Harza, Ph. D.

Dikatakannya konferensi ini merupakan konferensi internasional yang pertama di Universitas Andalas tentang ASEAN dengan mengusung tema “Toward Better ASEAN” pada 5-6 September 2019 di Gedung Convention Hall Kampus Unand Limau Manis Padang.  

Lebih lanjut ia menyampaikan seminar ini bertujuan untuk mengevaluasi, mendiskusikan beberapa isu penting di lingkup ASEAN dan menyediakan gagasan alternatif dari berbagai sudut pandang dan disiplin ilmu untuk mewujudkan ASEAN yang lebih baik di masa depan.

“Kegiatan ini berlangsung selama dua hari dari tanggal 5-6 September dengan menghadirkan tujuh keynote speaker yakni Riaz J.P Saehu (Direktur Kerjasama ASEAN bidang Sosial Budaya), Dr. Nur Hasan Wirajuda (Menlu RI 2001-2009), Prof. Helmi, MSc (akademisi),” jelasnya.

Disamping itu, juga menghadirkan pembicara dari beberapa Negara seperti Dr. Bruno Jetin (University Brunei Darussalam), Dr. Helena Varkkey (University Malaka), Dr. Kumar Ramakrishna (S. Rajaratna Scholl of Internasional Studies) dan Prof. Herman Joseph Kraft (University Philippines Diliman).  

Ditambahkannya konferensi internasional dihadiri oleh 165 peserta dengan total abstrak penilitian yang akan dipresentasikan sebanyak 128. “Peserta tersebut merupakan akademisi baik dari Indonesia yakni berbagai universitas negeri dan swasta Indonesia dan Malaysia,” ujarnya.

Selain itu, dikatakannya PSA Universitas Andalas juga mengundang beberapa peniliti dari Pusat Studi ASEAN lainnya dari Brunei, Taiwan, Thailand, Singapure dan Jepang.

Keberagaman latar belakang dari akademisi diharapkan mampu memberikan beragam perspektif dan gagasan baru sebagai solusi atas permasalahan yang ada di ASEAN dan negara-negara anggotanya.

Sementara itu, Riaz J.P Saehu Direktur Kerjasama ASEAN bidang Sosial Budaya memberi apresiasi kepada Universitas Andalas yang telah menyelenggarakan kegiatan ini dengan menghadirkan beberapa narasumber dari berbagai Negara.

Diungkapkannya Kemenlu berterimakasih atas upaya yang telah dilakukan dari akademisi terutama Universitas Andalas karena menurutnya akademisi merupakan Second Track yang dapat meningkatkan awareness masyarakat tentang ASEAN.

“Universitas Andalas menjadi salah satu PSA dari 57 PSA yang aktif menyelenggarakan kegiatan yang dapat meningkatkan awareness serta meningkatkan jejaring kolaborasi antara institusi perguruan tinggi di indonesia tetapi juga institusi perguruan tinggi dari luar negeri,” ujarnya.

Disampaikannya kedepannya akan terus bekerjasama dan berkolaborasi demi mewujudkan harapan bersama yakni menjadikan ASEAN semakin relevan dan dirasakan benefitnya oleh masyarakat.(*).