GELIAT KEGIATAN MUSEUM ETNOGRAFI, PELATIHAN PEMANDU MUSEUM ETNOGRAFI DIGELAR

 

FISIP Unand-Selasa (29/04). Museum Etnografi FISIP Universitas Andalas menggelar Pelatihan Pemandu Museum Etnografi yang diikuti oleh mahasiswa-mahasiswa jurusan Antropologi yang berminat. Pelatihan ini diikoordinir oleh ibu Dr. Maskota Delfi, M.A (Dosen Jurusan Antropologi), yang dilaksanakan selama 2 hari. Kegiatan pelatihan ini dilaksanakan di ruangan Museum Etnografi, Lantai 3 Gedung C Jurusan FISIP Universitas Andalas.

Dalam acara pembukaan pelatihan dihadiri oleh Wakil Dekan I FISIP, Dr. Lucky Zamzami, M.Soc.Sc, Ketua Jurusan Antropologi, Dr. Yevita Nurti, M.Si, Koordinator Pelatihan, Dr. Maskota Delfi, M.A, dosen dan tendik jurusan Antropologi dan 15 mahasiswa Jurusan Antropologi sebagai peserta pelatihan pada Selasa (29/04/2021)

Koordinator pelatihan, Dr. Maskota Delfi, M.A mengatakan, pelatihan tersebut digelar untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan teknis mengenai  hal-hal yang terkait dengan Museum Etnografi terutama menjelaskan tentang profil suku bangsa Mentawai. Saat ini Museum Etnografi bertemakan tentang suku bangsa Mentawai, sehingga perlu ada yang bisa menjelaskan lebih lanjut tentang profil ini ke khalayak ramai/pengunjung. Saat ini ada sekitar 15 mahasiswa Antropologi yang berminat menjadi pemandu di Museum ini.

“Harapan saya, melalui pelatihan ini mahasiswa mendapatkan ilmu bagaimana cara menjadi seorang pemandu yang bisa menjelaskan sesuatu kepada orang lain dengan baik. Hal ini juga mesti diimbangi dengan pengetahuan yang dimiliki sehingga dapat berjalan dengan baik” katanya.

Ketua jurusan Antropologi, Dr. Yevita Nurti, M,Si juga menambahkan bahwa agar peserta selama pelatihan selalu menerapkan protokol kesehatan dan mengikuti pelatihan secara seksama sehingga mampu menguasai teori maupun praktik.

Wakil Dekan I FISIP, Dr. Lucky Zamzami, M.Soc.Sc dalam kata sambutannya mengatakan, berharap kegiatan tersebut jadi bagian dari upaya mahasiswa meningkatkan kapasitas mereka agar bisa memiliki pengalaman dalam pekerjaan nantinya dan mendapatkan ilmu yang bermanfaat. Gunakanlah pelatihan ini dengan sebaik-baiknya, karena di tempat lain pasti tidak ditemukan pelatihan seperti ini, ujar Wakil Dekan I FISIP.

Ia juga berharap kegiatan itu berguna bagi mahasiswa Antropolog. “Jadikanlah pelatihan ini sebagai ajang pembelajaran, tukar menukar pengalaman, dan mempererat jalinan silaturahmi diantara kita,” tuturnya (LZ)