""

MEMFASILITASI PROGRAM MBKM, FISIP GELAR WORKSHOP KURIKULUM S1 BERBASIS MBKM

FISIP Unand – Kamis (08/04) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Unand mengadakan workshop kurikulum S1 berbasis Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM) di Ruang Sidang Dekanat FISIP. Workshop tersebut dihadiri oleh Wakil Dekan I dan tim kurikulum S1 Jurusan yang ada di FISIP yang diwakili oleh Elfitra (Jurusan Sosiologi), Yunarti (Jurusan Antropologi), Anita Afriani (Hubungan Internasional), Mariam Jamilah (Hubungan Internasional), Muhammad Fajri (Ilmu Politik) dan Rinaldi (Ilmu Komunikasi).

Dalam sambutannya, Wakil Dekan I, Dr. Lucky Zamzami, M.Soc.Sc menyampaikan bahwa workshop kurikulum S1 berbasis Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM) dilaksanakan untuk persamaan persepsi terkait dengan struktur kurikulum yang akan direvisi dan disesuaikan dengan MBKM dengan mengacu kepada Mata kuliah wajib umum, mata kuliah  fakultas dan jurusan, dan mata kuliah institusional. Disamping itu juga dalam membuat struktur kurikulum S1 berbasis MBKM harus mengubah kode mata kuliah yang sesuai dengan Keputusan Rektor Nomor 2346/UN16.R/KPT/2020 tentang Pengkodean Kode Mata Kuliah, ujar Wakil Dekan I dalam penjelasan lebih lanjut.

“Dalam penyesuaian kurikulum S1 berbasis MBKM nantinya program MBKM yang diikuti oleh mahasiswa bisa diterapkan pada semester 5, 6 dan 7, dikarenakan program MBKM memberikan kebebasan kepada mahasiswa untuk belajar di luar prodinya’ papar Wakil Dekan I.

 Salah satu peserta workshop dari jurusan Sosiologi, Elfitra mengatakan bahwa penting untuk mensosialisasikan mata kuliah wajib fakultas kepada jurusan sehingga bisa dimasukkan dalam struktur kurikulum berbasis MBKM sehingga menjadi mata kuliah penciri fakultas. Disamping itu juga, mata kuliah penciri prodi juga penting untuk ditetapkan sehingga bisa disesuaikan dengan struktur kurikulum berbasis MBKM.

Dalam pertemuan selanjutnya, tim kurikulum jurusan harus mempersiapkan dalam waktu 1 minggu terkait dengan pengkodean mata kuliah dan struktur kurikulum berbasis MBKM, sehingga nantinya bisa didiskusikan dengan ketua-ketua Jurusan.

 

Headline