""

Kemenristek/BRIN memberikan fasilitas pendanaan bagi dosen-dosen yang akan melakukan penelitian. Fasilitas tersebut diberikan dalam bentuk skim-skim penelitian baik itu yang bersifat desentralisasi maupun kompetitif nasional. Selain itu, skim penelitian juga mewadai semua bidang ilmu dalam perguruan tinggi. Luaran dalam penelitian hibah penelitian menjadi unsur yang penting untuk didanai atau tidaknya suatu proposal penelitian. Dari luaran penelitian diharapkan diperoleh artikel yang diterbitkan oleh jurnal internasional bereputasi, hak kekayaan intelektual, model atau prototipe, buku ajar dsb.. Luaran penelitian tersebut sangat penting bagi dosen (peneliti) maupun institusi dalam hal akreditasi baik program studi maupun universitas.Untuk mencapai tujuan proposal yang didanai kemenristek/BRIN, maka FISIP Unand mengadakan workshop hibah penelitian dengan tema Strategi Memenangkan Hibah Kemenristek/BRIN. Pada kegiatan tersebut, FISIP Unand  mengundang narasumber Prof. Dr. Afrizal MA yang merupakan reviewer nasional Kemenristek/BRIN Prof. Afrizal, MA menjelaskan strategi yang harus dilakukan oleh dosen FISIP agar proposal yang diajukan dapat didanai. Wokshop ini dimoderatori oleh Dr. Indah Adi Putri, MSi Kajur Ilmu Politik.

Menurut Wakil Dekan I FISIP Unand Dr. Aidinil Zetra, MA tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan daya saing Dosen/peneliti Fisip Unand dalam berkompetisi memenangkan  hibah penelitian pada berbagai skim penelitian. Hal ini diharapkan akan meningkatan jumlah proposal yang nantinya lolos pendanaan hidah penelitian dari Kemenristek/BRIN tahun mendatang. “Dosen FISIP perlu dipacu untuk menuliskan proposal untuk mendapatkan hibah, hal ini nantinya akan berimbas pada peringkat Fakultas dan Universitas” ungkapnya. Workshop ini diikuti oleh dosen FISIP Unand.

Wakil Dekan I FISIP Dr. Aidinil Zetra mengemukakan bahwa FISIP Unand akan membuka kembali program Fast Track untuk periode ke 2 tahun 2020 ini. Program ini sudah dilaksanakan sejak tahun 2019. Ada lima program studi sarjana di lingkungan FISIP Unand yang telah membuka program fast track yaitu Sosiologi, Antropologi, Ilmu Politik, Ilmu Komunikasi dan Administrasi Publik. Menurut Dr. Aidinil Zetra program fast-track ini adalah program percepatan studi, yang memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk menyelesaikan program S1 dan S2 dalam waktu 5 (lima) tahun, dimana pada tahun keempat mahasiswa S1 dapat mengambil tambahan 6-12 SKS matakuliah tingkat S2, yang akan diakui pada saat mereka melanjutkan studi ke Program Magister. Ia menjelaskan bahwa syarat peserta program fast-track adalah Syarat : Mahasiswa BP 2017; menunjukkan prestasi akademik tinggi (IPK > 3,5); minimal telah menempuh 120 sks dalam waktu maksimal 6 semester; disetujui oleh Rektor yang diwakili oleh Dekan FISIP

Pelaksanaan Fast Track di FISIP Unand menurut Aidinil adalah dimulai pada semester 7 di mana mahasiswa diizinkan mengambil mata kuliah Magister yang hasilnya langsung diperhitungkan dlm program Magister.Sebelum lulus S1, statusnya masih sebagai mahasiswa S1. Setelah lulus S1, statusnya langsung dialihkan menjadi mhs Program S2. Pelaksanaan Program Magister berlangsung selama 1 (satu) Tahun (dua semester) dan dapat diperpanjang sampai 4 semester, sejak yang bersangkutan dinyatakan berstatus mahasiswa magister. Jika pada semester 9 perserta Fast-Track belum lulus S1, maka program Fast-Track dihentikan dan mhs tetap dapat menyelesaikan program Sarjana (S1).

Pada Rabu, 11 Maret 2020 bertempat di Pelataran Gedung B FISIP Unand , Kampus Limau Manis dilaksanakan ”Pelantikan HIMA Prodi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Andalas periode 2020/2021” Acara dimulai pada pukul 16.00 diawali dengan pembukaan yakni menyanyikan Lagu Indonesia Raya kemudian dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Quran. Setelah acara pembukaan maka dilanjutkan dengan sambutan, Oleh Ketua Panitia, Pembina HIMA Dr. Indraddin, Ketua Jurusan Dr. Jendrius dan oleh Kuasa Dekan FISIP Unand Dr Aidinil Zetra, SIP, MA. Setelah sambutan dilanjutkan dengan pembacaan Sumpah Jabatan yang dipimpin oleh Kuasa Dekan Dr. Aidinil Zetra, SIP, MA dan diikuti oleh semua Pengurus.

Pada kesempatan member kata sambutan Dr. Aidinil Zetra, MA selaku Kuasa Dekan mengingatkan kepada semua pengurus bahwa penurus HIMA Sosiologi sebagai pemimpin mahasiswa adalah orang biasa yang dapat menghasilkan karya luar biasa yaitu orang yang dapat bermanfaat bagi orang lain karena sebaik-baiknya manusia adalah orang yang dapat memberikan manfaaat bagi orang banyak dan itulah pemimpin sejati. Aidinil mengingatkan bahwa terdapat banyak tantangan mahasiswa hari ini dan ke depan yaitu pertama demokratisasi akses pengetahuan terhadap data dan informasi tidak terbatas ruang dan waktu sehingga akses informasi dapat lebih mudah dan cepat, kedua,  open source yang beraneka ragam, seperti open course dan online shop yang yang dapat diakses secara mudah oleh masyarakat. Tantangan yang ketiga yaitu semakin meningkatnya mobilitas baik mobilitas data maupun mobilitas informasi serta mobilitas barang dan mobilitas manusia. Ke empat adanya integrasi model baru yang lebih mudah antara hulu dan hilir (supply chain). Untuk tugas HIMA adalah menjadi wadah bagi para anggotanya untuk mempersiapkan diri menghadapi tantangan ke depan. HIMA harus menjadi wadah bagi anggotanya untuk meningkatkan  kompetensi komunikasi, kolaborasi, berpikir kritis dan kreativitas. Selain itu HIMA juga mesti menjadi wadah untuk meningkatkan literasi anggota minimal literasi data, literasi teknologi dan literasi manusia. Yang paling penting menurut Aidinil HIMA harus menjadi sarana membangun integritas anggota baik integritas kinerja maupun integritas moral.   

Saat ini pemanfaatan website lembaga pendidikan tinggi seperti universitas, fakultas dan Jurusan untuk publikasi kegiatan dan program menjadi suatu keharusan dan merupakan faktor yang sangat penting. Sehingga lembaga pendidikan tinggi  harus mampu memanfaatkan teknologi website untuk menyalurkan, dan mendistribusikan informasi serta pelayanan publik. Pemanfaatan teknologi komunikasi dan informasi dalam proses pendidikan tinggi akan meningkatkan efisiensi, efektifitas, transparansi dan akuntabilitas penyelenggaraan pendidikan tinggi, guna mewujudkan tata kelola fakultas dan jurusan yang baik.

Sehingga mengingat pentingnya pengelolaan website lembaga pendidikan tinggi, maka pada tanggal 19 Maret 2020 WD I FISIP Unand menugaskan semua admin Web Fakultas dan Jurusan di lingkungan FISIP UNand untuk mengikuti kegiatan Workshop Teknologi Informasi (TI) dengan materi Pengelolaan Website Fakultas dan Jurusan untuk meningkatkan kemampuan teknis Pengelola Web FISIP dan Jurusan dalam mengolah, mengelola, menyalurkan, dan mendistribusikan informasi melalui website.

Yth. Bapak/Ibu Dosen/Tendik/Mahasiswa FISIP Universitas Andalas


Berhubung pada kalender akademik Unand 2019/2020 terdapat beberapa kegiatan akademik yang bertabrakan dengan *Hari Raya Idul Fitri* maka dengan ini disampaikan jadwal baru hasil penyesuaian


Terima kasih, Wassalam

 

An. Dekan
Wakil Dekan I 

 

 

 

JAKARTA (Unand) – Tim debat bahasa Inggris Universitas Andalas berhasil menempus putaran 16 besar dan merebut penghargaan pembicara terbaik pada gelaran Indonesia Varsity English Debating (IVED) 2020 di Universitas Katolik Atma Jaya, Jakarta, yang berlangsung dari (17-21/1) lalu.

Tim yang berasal dari komunitas debat mahasiswa Andalas Debating Society (ADS) ini beranggotakan Muhammad Arif Varelino (Ilmu Komunikasi 2018), Nadhifah Akbar Habibie (Manajemen Internasional 2018), dan Nugel Dwiputra Pangarso (Ilmu Politik 2019). 

Nadhifah Akbar Habibie mengungkapkan kita berhasil melaju sampai babak Open Octofinals setelah berhadapan dengan Universitas Sanata Dharma, Binus University, Universitas Indonesia, Universitas Hasanuddin, dan Universitas Tanjungpura. 

“Langkah kita terhenti setelah berhadapan dengan Universitas Gadjah Mada, yang pada akhirnya merebut gelar juara umum di babak final,” ujarnya.

Namun, kiprah tim ADS Universitas Andalas tidak hanya berhenti di sana. “Kita  berhasil memborong gelar Pendebat Terbaik (Best Speaker) kategori Novice, dengan Nadhifah Akbari menduduki posisi ke-9, Nugel Dwiputra pada posisi ke 7, dan Muhammad Arif pada posisi ke-4. Penghargaan bagi ketiganya diserahkan langsung oleh Presiden Atma Jaya Debating Club Raymond Arifianto J. dan Ketua Indonesian Debate Council Daud Hernoud C.L.,” tambahnya.

Dikatakannya kegiatan yang diselenggarakan oleh Indonesian Debate Council (IDC), IVED adalah salah satu kompetisi debat parlementer berbahasa Inggris tertua dan paling prestisius di Indonesia sejak penyelenggaraan pertama di Universitas Indonesia pada tahun 1998. 

Bersama dengan Java Overland Varsity English Debating (JOVED) dan National University Debating Championship (NUDC) yang diselenggarakan oleh Direktorat Pembelajaraan dan Kemahasiswaan Kementerian Riset dan Teknologi, IVED merupakan salah satu kompetisi utama dalam kalender tahunan dunia debat parlementer Indonesia. 

Lebih lanjut, ia mengungkapkan ini adalah kali pertama Universitas Andalas ikut serta dalam gelaran tahunan IVED.

“ADS adalah komunitas mahasiswa Universitas Andalas yang bertujuan untuk menyebarkan dan mempromosikan kegiatan debat parlementer di lingkungan kampus,” jelasnya.

Ditambahkannya sejak berdiri pada tahun 2019, ADS telah mencatat serangkaian prestasi di lomba-lomba debat parlementer tingkat provinsi, regional, hingga nasional. (*)

 

 

Thursday, 16 January 2020 09:38

Perpanjangan Pembayaran SPP/UKT

SPP Genap 19

Thursday, 02 January 2020 12:15

Gossip dipenghujung tahun 2019

 

 

Kegiatan bersepeda Gosip dipenghujung tahun 2019

Headline