• sekretariat@soc.unand.ac.id
  • 081261576200

Summer Course FISIP Universitas Andalas 2026 Perkuat Jejaring Akademik Internasional Melalui Pembelajaran dan Eksplorasi Budaya Minangkabau

Kontributor
Try Julian Adi Putra, S.Hum.

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Andalas sukses menyelenggarakan Summer Course FISIP Universitas Andalas 2026 pada 23–30 Juni 2026 di Kampus Universitas Andalas, Padang, Sumatera Barat. Mengusung tema "Understanding Indonesian Sociocultural and Political Dynamics: Focus on Minangkabau Society," program ini menghadirkan pengalaman belajar lintas budaya yang mempertemukan mahasiswa nasional dan internasional dalam satu ruang akademik yang kolaboratif.

Selama tujuh hari pelaksanaan, sebanyak kurang lebih 30 peserta dari berbagai negara mengikuti rangkaian kegiatan yang memadukan pembelajaran di kelas, diskusi ilmiah, pertukaran budaya, hingga kunjungan lapangan. Program ini menjadi bagian dari upaya FISIP Universitas Andalas dalam memperkuat internasionalisasi pendidikan tinggi sekaligus memperkenalkan kekayaan sosial, budaya, dan politik Indonesia, khususnya masyarakat Minangkabau, kepada komunitas akademik dunia.

Didukung oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) melalui Program EQUITY Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, Summer Course 2026 menghadirkan dosen, peneliti, serta praktisi yang membahas berbagai isu strategis mengenai dinamika sosial politik Indonesia, keberagaman budaya, sistem pemerintahan lokal, hingga karakteristik masyarakat Minangkabau sebagai salah satu masyarakat matrilineal terbesar di dunia.

Suasana pembelajaran berlangsung interaktif. Tidak hanya menerima materi dari para narasumber, peserta juga aktif berdiskusi, mempresentasikan hasil kajian kelompok, serta bertukar pandangan berdasarkan pengalaman dan perspektif dari negara masing-masing. Perbedaan latar belakang budaya justru menjadi kekuatan utama yang memperkaya proses belajar sepanjang kegiatan berlangsung.

Pengalaman peserta semakin lengkap melalui berbagai kegiatan lapangan yang dirancang untuk memperkenalkan kehidupan masyarakat Minangkabau secara langsung. Peserta mengunjungi sejumlah destinasi budaya dan sejarah di Sumatera Barat, termasuk Istano Basa Pagaruyung serta kawasan nagari yang masih mempertahankan nilai-nilai adat dan tradisi. Melalui kunjungan tersebut, peserta memperoleh gambaran nyata mengenai penerapan falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah, sistem kekerabatan matrilineal, serta peran masyarakat adat dalam menjaga harmoni kehidupan sosial.

Tidak hanya itu, kegiatan Cultural Night menjadi salah satu agenda yang paling berkesan. Dalam suasana penuh keakraban, peserta dari berbagai negara menampilkan seni dan budaya masing-masing, sekaligus menikmati pertunjukan tari tradisional, musik daerah, serta kuliner khas Minangkabau. Momen tersebut menjadi simbol persahabatan lintas budaya sekaligus mempererat hubungan antarpeserta yang selama sepekan belajar bersama.

Selain memperluas wawasan akademik, Summer Course juga memberikan kesempatan kepada peserta untuk membangun jejaring internasional dengan dosen, peneliti, dan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi. Interaksi yang terjalin selama kegiatan diharapkan menjadi awal lahirnya berbagai bentuk kolaborasi akademik, baik dalam penelitian, publikasi ilmiah, maupun program pertukaran mahasiswa pada masa mendatang.

Keberhasilan penyelenggaraan Summer Course 2026 semakin mempertegas komitmen FISIP Universitas Andalas dalam mendukung agenda internasionalisasi universitas. Melalui program ini, FISIP tidak hanya menghadirkan ruang pembelajaran yang berkualitas, tetapi juga menjadikan budaya lokal sebagai kekuatan utama dalam membangun diplomasi akademik di tingkat global.

Mengusung semangat "Learn, Experience, Connect," Summer Course FISIP Universitas Andalas 2026 berhasil menghadirkan pengalaman belajar yang tidak hanya memperkaya pengetahuan peserta mengenai dinamika sosial dan politik Indonesia, tetapi juga menumbuhkan apresiasi terhadap nilai-nilai budaya Minangkabau. Lebih dari sekadar program akademik, kegiatan ini menjadi jembatan yang menghubungkan berbagai bangsa melalui pendidikan, kolaborasi, dan saling pengertian, sekaligus memperkuat posisi Universitas Andalas sebagai perguruan tinggi yang aktif berkiprah dalam jejaring pendidikan tinggi internasional.