""
Monday, 21 October 2019 15:04

Bedah Buku Jurusan Ilmu Politik

Pada Senin 21 Oktober 2019, bertempat di ruang sidang Dekanat Fisip lantai dua, telah dilaksanakan kegiatan
Bedah Buku Kontestasi Elektoral dan Keterbelahan Publik
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh penulis buku Pangi Syarwi Chaniago, S.IP, M.IP yang merupakan Alumni Ilmu Politik Unand dan Direktur Voxpol Center.

Ketua Jurusan Ilmu Politik Dr. Indah Adi Putri,M.IP menyatakan kedatangan penulis buku bapak Pangi merupakan kebanggaan tersendiri untuk jurusan Ilmu Politik. Karena ibarat siriah pulang ka tampuaknyo, maka kehadiran Pangi yang merupakan alumni Ilmu Politik Unand menjadi simbol kesuksesan Jurusan Ilmu Politik dalam menghasilkan lulusan yang berprestasi dan berkiprah di tingkat nasional.
Kegiatan ini dilaksanakan oleh Labor Ilmu Politik, Universitas Andalas dan dibuka secara langsung oleh Dekan Fisip Unand, Dr.Alfan Miko,MSi

Dalam rangka kunjungan balasan ke FISIP Universitas Andalas pada 27 September 2019, Dekan FISIP UNSRI beserta jajaran pimpinan mengunjungi sekaligus silaturahim dengan Pimpinan FISIP Unand yang disambut langsung Bpk Dekan Dr. Alfan Miko, M.Si yang membuka acara diruang sidang dekanat lt.2 FISIP. Pada kesempatan ini Dekan FISIP UNSRI berkeinginan Kampus UNSRI terutama Fakultal ISIP UNSRI bisa belajar dari FISIP UNAND dari segi Penataan ruang, akademik kemahasiswaan dimana dijelaskan Bpk . Wakil Dekan II Dr. Indraddin, M.Si menjelaskan dari proses mahasiswa mendaftar, proses perkuliahan hingga lulus menjadi sarjana

Monday, 09 September 2019 15:25

Bahas Isu Penting ASEAN, UNAND Adakan IC-ASEAN

Padang (Unand) – Dalam rangka membahas, mengevaluasi dan mendiskusikan beberapa isu penting di lingkup ASEAN, Pusat Studi ASEAN (PSA) Universitas Andalas mengadakan seminar Internasional on ASEAN (IC-ASEAN).

“Kegiatan ini terselenggarakan berkat kerjasama Pusat Studi ASEAN (PSA) Universitas Andalas dengan dengan Direktorat Jenderal Kerjasama ASEAN, Kementrian Luar Negeri Republik Indonesia,” ungkap ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Andalas Dr Ing. Uyung Gatot S. Dinata, ST, MT, didampingi Direktur PSA Zulkifli Harza, Ph. D.

Dikatakannya konferensi ini merupakan konferensi internasional yang pertama di Universitas Andalas tentang ASEAN dengan mengusung tema “Toward Better ASEAN” pada 5-6 September 2019 di Gedung Convention Hall Kampus Unand Limau Manis Padang.  

Lebih lanjut ia menyampaikan seminar ini bertujuan untuk mengevaluasi, mendiskusikan beberapa isu penting di lingkup ASEAN dan menyediakan gagasan alternatif dari berbagai sudut pandang dan disiplin ilmu untuk mewujudkan ASEAN yang lebih baik di masa depan.

“Kegiatan ini berlangsung selama dua hari dari tanggal 5-6 September dengan menghadirkan tujuh keynote speaker yakni Riaz J.P Saehu (Direktur Kerjasama ASEAN bidang Sosial Budaya), Dr. Nur Hasan Wirajuda (Menlu RI 2001-2009), Prof. Helmi, MSc (akademisi),” jelasnya.

Disamping itu, juga menghadirkan pembicara dari beberapa Negara seperti Dr. Bruno Jetin (University Brunei Darussalam), Dr. Helena Varkkey (University Malaka), Dr. Kumar Ramakrishna (S. Rajaratna Scholl of Internasional Studies) dan Prof. Herman Joseph Kraft (University Philippines Diliman).  

Ditambahkannya konferensi internasional dihadiri oleh 165 peserta dengan total abstrak penilitian yang akan dipresentasikan sebanyak 128. “Peserta tersebut merupakan akademisi baik dari Indonesia yakni berbagai universitas negeri dan swasta Indonesia dan Malaysia,” ujarnya.

Selain itu, dikatakannya PSA Universitas Andalas juga mengundang beberapa peniliti dari Pusat Studi ASEAN lainnya dari Brunei, Taiwan, Thailand, Singapure dan Jepang.

Keberagaman latar belakang dari akademisi diharapkan mampu memberikan beragam perspektif dan gagasan baru sebagai solusi atas permasalahan yang ada di ASEAN dan negara-negara anggotanya.

Sementara itu, Riaz J.P Saehu Direktur Kerjasama ASEAN bidang Sosial Budaya memberi apresiasi kepada Universitas Andalas yang telah menyelenggarakan kegiatan ini dengan menghadirkan beberapa narasumber dari berbagai Negara.

Diungkapkannya Kemenlu berterimakasih atas upaya yang telah dilakukan dari akademisi terutama Universitas Andalas karena menurutnya akademisi merupakan Second Track yang dapat meningkatkan awareness masyarakat tentang ASEAN.

“Universitas Andalas menjadi salah satu PSA dari 57 PSA yang aktif menyelenggarakan kegiatan yang dapat meningkatkan awareness serta meningkatkan jejaring kolaborasi antara institusi perguruan tinggi di indonesia tetapi juga institusi perguruan tinggi dari luar negeri,” ujarnya.

Disampaikannya kedepannya akan terus bekerjasama dan berkolaborasi demi mewujudkan harapan bersama yakni menjadikan ASEAN semakin relevan dan dirasakan benefitnya oleh masyarakat.(*).

Pusat Studi ASEAN Universitas Andalas di bawah Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Andalas (LPPM) berkerjasama dengan Direktorat Jenderal Kerjasama ASEAN, Kementrian Luar Negeri Republik Indonesia akan menggelar seminar internasional on ASEAN (IC-ASEAN) bertajuk “Toward Better ASEAN” pada 5-6 September 2019 di Convention Hall Universitas Andalas.  Seminar Internasional ini  diselenggarakan untuk mengevaluasi, mendiskusikan beberapa isu penting di lingkup ASEAN dan menyediakan gagasan alternatif dari berbagai sudut pandang dan disiplin ilmu untuk mewujudkan ASEAN yang lebih baik di masa depan.

Konferensi internasional ini rencananya dihadiri oleh 165 peserta yang berasal dari para akademisi baik dari Indonesia yakni berbagai universitas negeri dan swasta Indonesia serta para Akademis yang berasal dari Luar Negeri, diantaranya dari Negeri Jiran yakni Malaysia, serta peneliti-peneliti yang berasal dari beberapa Negara di Asia, diantaranya dari Negara Brunei, Taiwan, Thailand, Singapura dan Jepang. Dengan keberagaman  latar belakang yang berbeda diharapkan kegiatan ini mampu memberikan beragam perspektif dan gagasan baru sebagai solusi atas permasalahan yang ada di ASEAN dan negara-negara anggotanya.

Acara ini akan menghadirkan tujuh orang keynote speakers (pembicara utama).  Pembicara pertama yaitu Riaz J.P Saehu yang merupakan Direktur Kerjasama ASEAN bidang Sosial Budaya, dilanjutkan oleh Dr. Nur Hassan Wirajuda Menteri Luar Negeri Indonesia tahun 2001-2009 kemudian Prof. Dr.Ir. Helmi, M.Sc dari Universitas Andalas yang merupakan ketua dari Program Doktor Studi pembangunan,  Dr. Bruno Jetin yang berasal dari University Brunei Darussalam, Dr. Helena Varkkey dari University of Malaya, Dr. Kumar Ramakrishna dari S. Rajaratnam School of International Studies serta prof. Herman Joseph Kraft dari Univerity Philippines Diliman.

Seminar ini akan dibuka dengan Gala Dinner di Kediaman Gubernur Sumbar 4 September 2019, yang langsung di Jamu Oleh Gubernur Sumbar Prof. Irwan Prayitno serta Prof. Tafdil Husni sebagai Tuan Rumah penyelenggara kegiatan dari Universitas Andalas  dan Jose Antonio Morato Tavares Dirjen Kerjasama ASEAN, Kementrian Luar Negeri RI .

Untuk membuat para tamu-tamu ASEAN semakin bersemangat mengikuti kegiatan ini Jamuan ini juga rencananya diiringi dengan penampilan tarian dan penampilan music beberapa kesenian tradisional Minang Kabau (RN/ ML)

 

 

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Andalas semester ini kembali mengirimkan mahasiswa-nya untuk mengiktui program credit earning. Program  credit earning ini sebenarnya sudah dilaksanakan Universitas Andalas (Unand) beberapa tahun ini, dimana nuansa luar kampus memang diciptakan sedemikian rupa oleh Unand terhadap mahasiswa-mahasiswanya sehingga memang merasakan bagaimana situasi dan kondisi mahasiswa di luar lingkungan Unand, dalam program inilah diutus beberapa mahasiswa yang terpilih untuk berangkat menuju daerah lain untuk merasakan situasi kampus lain tersebut. Dalam program ini, tidak ketinggalan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Unand juga sangat serius melaksanakan credit earning. Program ini bertujuan untuk  memberikan  kesempatan kepada  masyarakat  (terutama  mahasiswa Unand  dari  perguruan tinggi lain) untuk mengikuti kegiatan akademik di seluruh Univeritas yang ada di Indonesia dan di luar negeri. Peserta yang mengikuti kegiatan akademik secara penuh akan memperoleh pengakuan dalam bentuk perolehan satuan  kredit  semester. 

Hal tersebut diungkapkan oleh Wakil Dekan FISIP Unand, Dr. Aidinil Zetra, MA ketika ditemui saat menjelaskan mengenai credit earning, beliau meminta para mahasiswa untuk senantiasa menjaga nama baik almameter dan  membanggakan nama Indonesia dan daerahnya masing-masing. Namun menempuh pendidikan di lingkungan orang lain meski pun hanya satu semester bukanlah hal yang mudah dilakukan dan pasti banyak hambatan. Salah satu hambatan yang akan dihadapi tutur Wakil Dekan I tentunya adalah karena masalah perbedaan bahasa dan budaya, apalagi yang berangkat ke luar negeri. Mahasiswa wajib menjaga  jati diri sendiri, banggalah menjadi orang perwakilan kampus.

 

 

Pelan-pelan asal selamat, pepatah ini seolah tidak berlaku lagi di zaman sekarang dimana dengan bantuan tekhnologi kita dimanjakan dengan berbagai fasilitas percepatan data yang meminta kita untuk merevisi pepatah dengan istilah “biarlah cepat asal selamat”. Kebalikkan dari pepatah ini menggambarkan bagaimana persaingan global yang semakin ketat dari tahun ke tahun, yang membuat kita harus siap mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) yang tangguh dan berkualitas.

Menyiapkan sumber daya manusia yang tangguh tentu sangat melibatkan instansi-intansi pendidikan sesuai jenjangnya, baik dari ranah sekolah sampai jalur perguruan tinggi. Khususnya di perguruan tinggi, kini perkuliahan tidak hanya sekedar mengikuti perkuliahan, KKN, magang, dan menyelesaikan skripsi yang bias menghabiskan waktu paling lama 4 – 5 tahun. Kini mahasiswa dituntut untuk bisa menyesuaikan dengan perkembangan tekhnologi yang merencanakan dengan matang masa depan yang memiliki komptensi lulus cepat, memiliki daya saing tinggi, dan berkualitas. Hal ini lah yang dipersiapakan FISIP Unand untuk mempersiapkan mahasiswa nya untuk menghadapi persaingan global dengan senjata ampuhnya, yakni Fast-Track.

Apa itu fast-track? Berikutnpenjabarannya :

  1. Semacam program akselerasi ditingkat perguruan tinggi

Bila kamu pernah mengetahui tentang program akselerasi di sekolah, maka program fast track ini punya kemiripan. Bedanya, fast track ditawarkan ditingkat perguruan tinggi pada jenjang Strata 1. Pada dasarnya, program ini mengintegrasikan studi S1 dan S2.

  1. Diperlukan perencanaan sedini mungkin

Fast track adalah program yang dirancang untuk memungkinkan mahasiswa menyelesaikan studi S1 dan S2 sekaligus dalam waktu 5 tahun. Bila kamu ingin mengikuti program fast track, selesaikan sebanyak mungkin SKS dalam semester 1 sampai 6. Selain menyelesaikan semua matakuliah wajib, memilih matakuliah pilihan yang menarik akan membantumu menyelesaikan perkuliahan tanpa merasa terlalu terbebani.

Kemudian, jaga nilai IPK-mu agar minimal berada dikisaran 3.00 dan 3.25 – tergantung pada persyaratan yang ditetapkan oleh kampus yang bersangkutan. Kampus juga mengatur pada semester berapa pendaftaran program fast track diberikan – biasanya pada semester 5 atau 6. Nah, bila pada semester sebelum-sebelumnya kamu masih bisa maju mundur ikut fast track, tak ada langkah surut lagi setelah formulir pendaftaran kamu serahkan. Sejak saat inilah komitmenmu yang sesungguhnya diuji.

  1. Kerja keras sejak masa peralihan

Tanpa mengikuti program fast track, kamu akan dihadapkan pada skripsi saja diakhir perkuliahan. Akan tetapi, bila mengikuti program fast track, kamu juga sudah mulai mengambil matakuliah S2 pada tahun terakhir S1 – iya, sembari mengerjakan skripsimu.

Masa peralihan saat menyelesaikan S1 dan memulai S2 memang tak mudah, tapi ini hanya permulaan. Pada tahun terakhir program fast track, kamu harus menuntaskan seluruh sisa SKS dan menyelesaikan tesismu. Bagaimana supaya tesismu bisa selesai dalam 1 tahun? Usahakan tesismu masih satu topik dengan skripsimu, jadi kamu tak harus memulai penelitian dari nol.

 

Di Fakultas ISIP mahasiswa program S1 menunjukkan prestasi akademik tinggi dengan IPK minimal 3,25 (tiga koma dua lima) dengan nilai paling rendah B sampai akhir semester 6 (enam) dan memiliki nilai TOEFL besar atau sama dengan 450 (empat ratus lima puluh) dapat memilih untuk mengikuti pendidikan program S2 di FISIP sebagai bagian yang menyatu dengan program S1, melalui Jalur Cepat (Fast Track) S1-S2. Mahasiswa program S1 dapat diterima langsung mengikuti pendidikan program S2 setelah dinyatakan lulus pada ujian akhir. Mata kuliah pendidikan program S2 yang diikuti oleh mahasiswa program S1 diakui sebagai tabungan sks, yang dimulai semester ini fast-track FISIP diikuti 33 mahasiswa dari 50 mahasiswa yang mengikuti selesksi ujar Bapak Dr. Aidil Zetra, MA selaku Wakil Dekan 1 FISIP dalam menjelaskan program fast track ini.

Selain itu, program Fast Track juga membantu efisiensi biaya pendidikan bagi mahasiswa karena tidak membebankan biaya pendidikan program S2 selama mahasiswa menyelesaikan program S1 pada tahun akhir.

Monday, 26 August 2019 10:36

Dekan FISIP Melantik 152 Wisudawan

Pelantikan Wisuda Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Andalas Sabtu, 24 Agustus 2019 diselenggarakan di Gedung B Jurusan Sosiologi lantai 1, dimana dilantik sebanyak 147 orang Wisudawan Program Sarjana dan 5 Orang Program Magister. Dekan FISIP menghimbau kepada wisudawan yang untuk dapak menerapkan ilmu dan bersaing di era digital saat ini. Dari Program Sarjana Lulusan terbaik Fakultas adalah Debby Marcho Wijaya IPK 3,9 Lulus dengan Predikat Dengan Pujian dari jurusan Ilmu Politik, dari Program Magister Aldo Syafriandre, S.Pd  IPK 3,83 lulus dengan Predikat Dengan Pujian dari Program Studi Magister Tata Kelola Pemilu.

Jumat, 9 Agustus 2019, kegiatan orientasi proses belajar mahasiswa untuk mahasiswa baru Fisip Universitas Andalas digelar, pada hari kedua ini, mahasiswa baru diberikan pengetahuan seputar beasiswa, hingga bagaimana menjadi seorang mahasiswa yang kritis. mahasiswa baru diberikan persoalan terkait sebuah masalah dan disana mahasiswa baru dibentuk kelompok untuk mendiskusikan bagaimana pemecahan masalah yang terjadi tersebut. Hal yang menarik dari acara ini, selain  keliling Fakultas ilmu sosial dan ilmu politik yang didampingi panitia pengenalan orientasi proses belajar mahasiswa (OPBM), ada  pertunjukan teater dari sebagian mahasiswa baru yang bertemakan tentang sadar ( Solidaritas Adaptif dan Responsibillity ). hal ini diharapkan agar mahasiswa baru Fisip Universitas Andalas untuk sadar  untuk kuliah dengan baik dan semangat. acara ini diakhiri dengan sepatah kata oleh Wakil I Dekan Fisip Universitas Andalas bapak Dr. Ainil Zetra, M.A dan juga foto bersama seluruh warga Fisip Universitas Andalas.

Pelaksanaan visitasi dalam rangka reakreditasi Jurusan Antropologi telah dilaksanakan pada tanggal 25--27 Juli 2019 di Ruang Sidang Jurusan Antropologi. Kegiatan visitasi tersebut dihadiri oleh 2 asesor BAN-PT RistekDikti, yaitu Prof. Dr. Hamka Naping (Unhas) dan Dr. Phil. Ichwan Azhari, M.Sc (Unimed). Adapun staf dosen yang hadir dalam pelaksanaan visitasi tersebut berjumlah 10 orang beserta pegawai jurusan.

Alhamdulillah selama dalam pelaksanaan visitasi tersebut tidak ada kendala yang berarti dan berjalan dengan sukses. Insyaallah dengan kelancaran tersebut dapat berbuah manis dengan pencapaian akreditasi A kembali yang sebelumnya mendapat akreditasi B.

PENERIMAAN MAHASISWA BARU FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS ANDALAS TAHUN 2019

 

Daya Tampung Mahasiswa Baru Program Studi Strata 1 (S1) Melalui Jalur Snmptn, Sbmptn Dan Mandiri Universitas Andalas Tahun 2019, dalam penerimaan mahasiswa baru pada tahun ini fakultas ilmu sosial dan ilmu politik meningkat dari tahun sebelunya, adapun daya persentase sebagai berikut.

Nama Program Studi

SK Izin Pendirian Program Studi

Daya Tampung Awal Program Studi Sarjana Tahun 2019

Total

SNMPTN

SBMPTN

Mandiri

Sosiologi

110/DIKTI/Kep/2007

120

36

48

36

Ilmu Politik

65/DIKTI/Kep/2007

100

30

40

30

Antropologi Sosial

65/DIKTI/Kep/2007

100

30

40

30

Ilmu Hubungan Internasional

1623/D/T/2007

120

36

48

36

Ilmu Komunikasi

274/D/T/2008

100

30

40

30

Ilmu Administrasi Negara

1182/D/T/2006

100

30

40

30

 

Headline