""

FISIP UNAND. Pemerintah Kota Sawahlunto dan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Andalas resmi jalin kerjasama peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) ditandai dengan Penandatanganan Nota Kesepakatan Bersama antara FISIP Unand yang diwakili Dekan Dr. Azwar, M.Si dan Wakil Dekan III Haiyyu Darman Moenir, S.IP, M.Si bersama Asisten Administrasi Pemerintahan Kota Sawahlunto, Drs. H. Irzam, K.,MM yang didampingi oleh Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga, Nova Erizon, ST,MT, Kepala Dinas Perhubungan Nurwansyah Putra, SSTP,MM, Sekretaris Dinas Kebudayaan, Peninggalan Bersejarah dan Permuseuman, Adrial, S.S,M.Par, dan Kabid Pemberdayaan Masyarakat pada Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat, Desa, Perempuan dan Perlindungan Anak, Keli Sayekti, S.Ap bertempat di Ruang pertemuan kantor Walikota Sawahlunto pada Jumat (9/4/2021).

Asisten Administrasi Pemerintahan Kota Sawahlunto, Drs. H. Irzam, K.,MM dalam kata sambutannya mengatakan, Pemerintah Kota Sawahlunto menyampaikan apresiasi kepada pihak FISIP Unand atas kedatangannya.

"Saya atas nama pemerintah kota sangat mengucapkan terima kasih dan memberikan apresiasi yang sebesar-besarnya dan juga terima kasih kepada Dekan FISIP dan jajarannya pada yang telah menyediakan waktu ke Sawahlunto untuk lakukan penandatanganan kerjasama ini," ujar Drs. H. Irzam, K.,MM

"Bagi pihak Sawahlunto berharap agar ada bantuan dari PT terkait dgn meningkatkan pemahaman bagi masyarakat dan aparatur negara terkait dgn Pariwisata. Dimana ada tantangan yg sangat besar pagi Pemerintah Kota Sawahlunto yang menyandang gelar World Heritage dan hal ini belum mampu memberikan kontribusi secara ekonomi kpd masyarakat, jelas Drs. H. Irzam, K.,MM

Disamping itu belum ada produk hukum, kurangnya pengetahuan tentang pengambilan kebijakan ikut mempengaruhi hal ini.," ungkap Drs. H. Irzam, K.,MM

Dalam sambutannya, Dekan FISIP Unand, Dr. Azwar, M.Si mengatakan bahwa dalam rangka meningkatkan kinerja di FISIP perlu meningkatkan kerjasama di bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dengan stakeholder yang ada di Sumatera Barat. Pihak FISIP Unand sangat menerima dengan tangan terbuka dan akan mendukung Pemerintah Kota Sawahlunto. Dia juga berharap dengan penandatangan PKS ini tentunya nanti diharapkan ada kegiatan-kegiatan lanjutan.

"Tentunya kita sangat welcome sekali dan juga pimpinan Unand sangat mendukung karena memang kita membawa nama Universitas Andalas. Jadi hari ini khusus dengan Pemerintah Kota Sawahlunto terutama organisasi perangkat daerah yang ada, tentunya sangat kita dukung dan berharap nanti ke depan ada kegiatan-kegiatannya lainnya," ujar Dr. Azwar, M.Si.

Lebih lanjut Dr. Azwar, M.Si mengatakan, “bahwa inti dari perjanjian kerjasama ini adalah bagaimana peningkatan kerjasama antara dua lembaga, termasuk program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka yang telah diterapkan oleh mas Mentri bagi dosen dan mahasiswa, peningkatan sumber daya manusia bagi aparatur pemerintah, dan juga riset bersama.”.

Dikatakannya, FISIP Unand juga memiliki banyak kegiatan, banyak program-program yang bisa disinergikan dengan Pemerintah Kota Sawahlunto kedepan.

 

Seperti diketahui bahwa ruang lingkup Kerjasama antara OPD yang ada di kota Sawahlunto dengan FISIP Unand adalah pengembangan sumber daya manusia dan kelembagaan seperti peningkatan kapasitas Aparatur Sipil Negara Pemerintah Kota Sawahlunto untuk melanjutkan studi lanjut pada program Magister/Doktoral di FISIP Universitas Andalas, dengan alokasi beasiswa yang dikeluarkan oleh Pemerintah Kota Sawahlunto, penguatan kelembagaan pemerintah kota dengan menyediakan staf ahli FISIP dalam bidang sosial budaya, politik/ilmu pemerintahan dan administrasi publik, Program Magang Bersertifikat bagi mahasiswa FISIP sebagai implementasi Program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka Universitas Andalas, peningkatan riset berbasis pelayanan prima yang diikuti dengan pertukaran informasi, publikasi dan hasil-hasil riset yang dilaksanakan oleh tenaga ahli yang kompeten di bidangnya dan pertemuan Ilmiah (Seminar, workshop, Simposium/Konferensi) untuk mengembangkan kapasitas ASN dan pemecahan solusi pembangunan kota di Sawahlunto. (LZ).

FISIP Unand – Kamis (08/04) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Unand mengadakan workshop kurikulum S1 berbasis Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM) di Ruang Sidang Dekanat FISIP. Workshop tersebut dihadiri oleh Wakil Dekan I dan tim kurikulum S1 Jurusan yang ada di FISIP yang diwakili oleh Elfitra (Jurusan Sosiologi), Yunarti (Jurusan Antropologi), Anita Afriani (Hubungan Internasional), Mariam Jamilah (Hubungan Internasional), Muhammad Fajri (Ilmu Politik) dan Rinaldi (Ilmu Komunikasi).

Dalam sambutannya, Wakil Dekan I, Dr. Lucky Zamzami, M.Soc.Sc menyampaikan bahwa workshop kurikulum S1 berbasis Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM) dilaksanakan untuk persamaan persepsi terkait dengan struktur kurikulum yang akan direvisi dan disesuaikan dengan MBKM dengan mengacu kepada Mata kuliah wajib umum, mata kuliah  fakultas dan jurusan, dan mata kuliah institusional. Disamping itu juga dalam membuat struktur kurikulum S1 berbasis MBKM harus mengubah kode mata kuliah yang sesuai dengan Keputusan Rektor Nomor 2346/UN16.R/KPT/2020 tentang Pengkodean Kode Mata Kuliah, ujar Wakil Dekan I dalam penjelasan lebih lanjut.

“Dalam penyesuaian kurikulum S1 berbasis MBKM nantinya program MBKM yang diikuti oleh mahasiswa bisa diterapkan pada semester 5, 6 dan 7, dikarenakan program MBKM memberikan kebebasan kepada mahasiswa untuk belajar di luar prodinya’ papar Wakil Dekan I.

 Salah satu peserta workshop dari jurusan Sosiologi, Elfitra mengatakan bahwa penting untuk mensosialisasikan mata kuliah wajib fakultas kepada jurusan sehingga bisa dimasukkan dalam struktur kurikulum berbasis MBKM sehingga menjadi mata kuliah penciri fakultas. Disamping itu juga, mata kuliah penciri prodi juga penting untuk ditetapkan sehingga bisa disesuaikan dengan struktur kurikulum berbasis MBKM.

Dalam pertemuan selanjutnya, tim kurikulum jurusan harus mempersiapkan dalam waktu 1 minggu terkait dengan pengkodean mata kuliah dan struktur kurikulum berbasis MBKM, sehingga nantinya bisa didiskusikan dengan ketua-ketua Jurusan.

 

 

FISIP UNAND-Program S3 Studi Kebijakan FISIP menggelar pelatihan cara pencarian dan penggunaan pustaka digital Universitas Andalas atau non-Universitas Andalas di Gedung Pascasarjana Jati, Jalan Situjuh, Padang. Dekan FISIP Universitas Andalas membuka secara resmi pelatihan untuk mahasiswa program S3 Studi Kebijakan tersebut, yang dihadiri oleh Plt. Koordinator Program S3 Studi Kebijakan, Dr. Asrinaldi, M.Si, dan menghadirkan nara sumber dari staf perpustakaan Universitas Andalas, Andi Saputra, M.Kom pada Sabtu (03/4/2021).

Dekan FISIP Universitas Andalas, Dr. Azwar, M.Si mengatakan, pelatihan tersebut digelar untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan teknis pencarian dan penelurusan referensi berbasis digital. Ia berharap peserta yang hadir pada hari libur tersebut dapat menggunakan sebaiknya-baiknya waktu untuk memahami referensi-referensi yang tersedia, apalagi saat ini bisa diakses secara bebas. Harapannya, para peserta dapat menyelesaikan program doktoral ini tepat waktu dan tidak mengalami kendala dalam hal administrasi.

“Harapan saya, melalui pelatihan ini dapat menghasilkan semangat tepat waktu, dengan menulis yang disesuaikan dengan pola pikir dan pola tindak yang sama untuk menghasilkan para lulusan program S3 yang berkualitas” katanya.

Ia juga berpesan, agar peserta selama pelatihan selalu menerapkan protokol kesehatan dan mengikuti pelatihan secara seksama sehingga mampu menguasai teori maupun praktik.

Wakil Dekan I FISIP, Dr. Lucky Zamzami, M.Soc.Sc juga menambahkan dalam kata sambutannya mengatakan, berharap kegiatan tersebut jadi bagian dari upaya mahasiswa meningkatkan kapasitas mereka agar bisa menyelesaikan masa studi tepat waktu dan berkaitan dengan masalah administrasi agar dapat dikoordinasikan dengan Wakil Dekan I.

“Apabila ada diantara bapak/ibu mengalami kendala administrasi, termasuk proses pembayaran UKT, registrasi dan lain, agar dikoordinasikan dengan saya, agar dalam proses pembelajarannya tidak mengalami kendala. Sudah ada kasus mahasiswa yang tidak mendaftar 2 semester berturut-turut dan telah keluar SK pemberhentiannya. Kasus tersebut jangan sampai terjadi pada mahasiswa S3 Studi Kebijakan,” katanya.

Ia juga berharap kegiatan itu berguna bagi mahasiswa S3 Studi Kebijakan. “Jadikanlah pelatihan ini sebagai ajang pembelajaran, tukar menukar pengalaman, dan mempererat jalinan silaturahmi diantara kita,” tuturnya (LZ)

 

 

FISIP UNAND - Sebanyak 99 orang dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Andalas  (FISIP Unand) beserta keluarga mengikuti program vaksinasi COVID-19 hari ini (25/3). Kegiatan yang dilaksanakan di Rumah Sakit Universitas Andalas dimulai dari pukul 08.00 hingga 10.00 WIB dan berjalan dengan lancar.

Penyelenggaraan vaksinasi massal ini merupakan rangkaian program pemberian vaksin bagi seluruh dosen Universitas Andalas. Sebanyak 1.304 orang dosen Unand direncanakan untuk memperoleh vaksin tahap pertama dalam rentang waktu 24-30 Maret 2021.

Dekan FISIP Unand, Dr. Azwar, M.Si, menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah sebuah bentuk ikhtiar dalam memutus mata rantai penyebaran COVID-19. Ia menegaskan bahwa vaksinasi juga menjadi persiapan bagi dosen untuk melaksanakan perkuliahan tatap muka. Dalam dua semester terakhir, kegiatan belajar mengajar di Unand dialihkan dalam skema daring.

Proses vaksinasi di RS Unand tersebut dilakukan dalam berbagai tahap mulai dari pemeriksaan administrasi, skrining penentuan kelayakan penerima vaksin, pemberian vaksin, pengunggahan data bagi peserta yang telah divaksin, dan berisitirahat di lokasi pelayanan vaksin selama tiga puluh menit pasca penyuntikkan.

Salah satu peserta vaksinasi, Rifki Dermawan, dosen jurusan Ilmu Hubungan Internasional Unand, ditemui ketika sedang melaksanakan vaksinasi, memberikan apresiasi atas penyelenggaran vaksinasi ini. Dia menuturkan bahwa memperoleh vaksin merupakan salah satu upaya dalam melindungi diri dan keluarga di masa pandemi.

Foto finalis NUDC FISIP ke tingkat Universitas

FISIP UNAND - Gelar seleksi tingkat fakultas pada 19-20 Maret 2021, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik mengutus dua tim terbaik yang berasal dari empat orang debaters dan satu N1 Adjudicator dengan nilai tertinggi untuk berkompetisi pada ajang NUDC tingkat Universitas Andalas yang akan dilaksanakan pada 27 Maret 2021.

Tujuh tim perwakilan masing-masing jurusan di Fakultas Ilmu sosial dan Ilmu Politik berkompetisi memperebutkan gelar sebagai empat pembicara terbaik selama dua hari berturut-turut. Tiga tim berasal dari jurusan Hubungan Internasional, dua tim dari jurusan Sosiologi, satu tim dari jurusan Ilmu politik dan satu tim dari jurusan Ilmu Komunikasi. Tim yang bertanding dinilai dalam tiga babak pra-penyisihan (preliminary). Akumulasi nilai selama tiga babak pra-penyisihan inilah yang akan menjadi acuan untuk memilih empat pembicara terbaik dan satu juri N1 dengan perolehan nilai paling tinggi.

Akumulasi nilai selama babak pra-penyisihan menghasilkan 4 tim terbaik dengan poin kemenangan dan total nilai pembicara tertinggi. Empat tim terbaik ini secara berturut-turut adalah Ilmu Komunikasi dengan perolehan poin kemenangan sebanyak 8 poin dan total nilai pembicara sebesar 431 poin, tim Hubungan Internasional 1 (Fighting) dengan poin kemenangan sebanyak 5 poin dan total nilai pembicara sebesar 427, tim Hubungan Internasional 2 dengan poin kemenangan sebanyak 5 poin dan total nilai pembicara sebanyak 425 dan tim Hubungan Internasional 3 dengan total kemenangan sebanyak 5 poin dan total nilai pembicara sebesar 421 poin.

Empat tim terbaik di atas kemudian masuk ke babak final untuk memperebutkan piala sebagai juara 1,2 dan 3. Berdasarkan keputusan dewan juri, perdebatan yang saat itu bertemakan, This House Prefer Monocultural over Multicultural Society dimenangkan oleh tim Hubungan Internasional, Fighting, juara dua diraih oleh Hubungan Internasional, Tim 2 dan posisi ke tiga dimenangkan oleh Hubungan Internasional, Tim 3. Sementara Ilmu Komunikasi mendapatkan posisi ke-empat pada babak final  tersebut.

Melalui pengantar yang dilontarkan oleh Wakil Dekan III FISIP, Haiyyu Darman Moenir, S.IP, M.Si ia menyampaikan apresiasi dan harapannya agar tim terpilih dapat mencetak prestasi gemilang di tingkat universitas, maupun nasional, sama dengan tahun-tahun sebelumnya.

“ ya.. saya berharap tim yang terpilih nantinya dapat berkompetisi dengan baik di universitas dan kalau bisa melebihi atau paling tidak sama lah dengan prestasi kita tahun lalu, sekali lagi selamat saya ucapkan kepada para pemenang dan pembicara terbaik terpilih ”. Ujarnya saat menyampaikan sepatah kata pada sesi penutupan.

Acarapun kemudian ditutup tepat pada 16.00 WIB dengan pengumuman juara sekaligus pembicara terbaik dan juri N1 terbaik yang menjadi perwakilan fakultas ke tingkat universitas. Dari pengumuman tersebut 4 nama yang dinobatkan sebagai pembicara terbaik adalah Puan Tasha Imroatusholihat (Ilmu Komunikasi) sebagai pembicara terbaik pertama (Best Speaker 1) , Nadia Rahmi Putri (Ilmu Komunikasi) sebagai pembicara terbaik kedua (Best Speaker 2), Amanda Khairunissa (Hubungan Internasional) sebagai pembicara terbaik ketiga (Best Speaker 3) dan Rihhadatul Aisya (Hubungan Internasional) sebagai pembicara terbaik keempat ( Best Speaker 4), Sementara untuk Juri N1 terbaik dinobatkan kepada Natasya Salsabilla Festy (Ilmu Politik). Lima nama di atas akan diutus sebagai dua tim perwakilan FISIP untuk bertanding di tingkat Universitas Andalas pekan nanti. (OA)

Sumber: Foto sambutan Dekan FISIP UNAND dalam membuka acara penataan website FISIP

FISIP UNAND - Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Universitas Andalas mulai serius membangun reputasi pelayanan pendidikan melalui pemerataan digitalisasi informasi. Penekanan disini adalah peningkatan kapasitas pengelolaan informasi berbasis digital melalui website dan kualitas pemberitaan di lingkungan FISIP.

Keseriusan FISIP dimulai dari penataan pengelolaan website, tenaga pengelola, hingga teknik penulisan pemberitaan yang di rangkai di beranda website FISIP. Hal ini berlanjut dengan pemberian materi penulisan berita di gedung dekanat lantai 2 FISIP UNAND, Selasa (16/3).

Acara dimulai dengan pembukaan dari Dekan FISIP UNAND, Dr. Azwar, M.Si yang membuka acara. Beliau mengatakan memiliki harapan yang besar dengan mengoptimalkan pengelolaan website ini bias meningkatkan reputasi FISIP menjadi yang terbaik dalam melayanani mahasiswa dan masyarakat dalam hal pendidikan, ujar Dr. Azwar, M.Si.

Sambutan dari Dekan FISIP berlanjut kepada sambutan Wakil Dekan I FISIP, Bapak Dr. Lucky Zamzami, M.Sc, beliau mengatakan sudah siap dengan tim pengelola website dan tim pembuatan berita sehingga digitalisasi di FISIP dapat segera terlaksana dengan baik. Wakil Dekan I juga langsung memperkenalkan narasumber dalam kegiatan ini yakni konsultan penulisan berita yang langsung diundang dari praktisi jurnalistik bapak MA Dalmenda, M.Si dan Bapak Rinaldi, M.I.Kom yang merupakan salah satu Dosen di Jurusan Ilmu Komunikasi konsentrasi Jurnalistik FISIP UNAND.

Penekanan utama dalam kegiatan pengelolaan website dan pemberitaan ini lebih memprioritaskan penulisan berita, struktur tulisan yag benar, isi dengan melengkapi formula 5 W+1 H (what, where, when, who, how) hingga penyebutan gelar Doktor (Dr) dan Gelar adat narasumber ketika menulis berita, narasumber cukup piawai mereview setiap berita dan publikasi yang ada di website FISIP untuk menggapai tulisan dan pemberitaan yang lebih berkualitas. (IH)

 

FISIP UNAND - Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Universitas Andalas (Unand) melakukan Penjajakan kerjasama dengan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) RI Perwakilan Sumatera Barat terkait program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka dan Pencapaian Target Indikator Kinerja Utama Perguruan Tinggi. Kunjungan Dekan FISIP Unand, Dr. Azwar, M.Si dan Wakil Dekan I, Dr. Lucky Zamzami, M.Soc.Sc. disambut oleh Kepala Komnas HAM RI Perwakilan Sumatera Barat, Sultanul Arifin, S.Sos, M.H di ruang kerjanya, Senin (15/3) di Padang.


“Dalam pencapaian indikator kinerja utama, perguruan tinggi dituntut untuk meningkatkan peningkatan kapasitas dosen dan mahasiswa melalui berbagai kerjasama yang dijalin, baik nasional maupun internasional. Kerjasama yang terjalin bersama dengan Lembaga-lembaga pemerintahan dan non pemerintahan,” sebut Azwar.

Lebih lanjut dikatakan Dekan FISIP Unand, sebagai lembaga institusi pendidikan saat ini sedang menggalakkan aktivitas kerjasama-kerjasama kepada berbagai lembaga untuk menfasilitasi program-program tri dharma perguruan tinggi dan kegiatan ilmiah lainnya. Azwar berharap, dengan adanya kerjasama diupayakan ada peningkatan kapasitas dosen dan mahasiswa untuk dapat berkontribusi di luar universitas. Hal inilah yang akan dicapai oleh FISIP Unand selama beberapa tahun ke depannya.


Selain itu, sambung Azwar, dengan adanya kerjasama ini akan melahirkan berbagai kegiatan ilmiah, seminar, pelatihan dan penguatan kelembagaan antara FISIP dan Komnas HAM. Sedangkan Sultanul Arifin menyatakan bahwa, pihaknya sangat menyambut baik kunjungan Dekan FISIP Unand tersebut untuk melaksanakan perjanjian kerjasama antara FISIP Unand dan Komnas HAM RI Perwakilan Sumbar

FISIP UNAND - DEKAN Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Universitas Andalas (Unand) bersama dengan Ombudsman perwakilan Sumatera Barat pada tanggal 12 Maret 2021, di Kantor Ombudsman Sumbar menyepakati draft perjanjian kerjasama. Kerjasama ini dilakukan dengan tujuan memperkuat lembaga pengaduan yang sering didatangi warga ini karena maladministrasi.

Menurut Kepala Ombudsman RI perwakilan Sumbar, Yefri Heriyani bahwa kami sangat menyambut baik kegiatan kerjasama ini yang diprakarsai oleh FISIP dan kami melihat bahwa FISIP sebagai satu-satunya fakultas yang akan melaksanakan kerjasama dengan lembaga kami.

Melalui perjanjian kerjasama ini, Fisip Unand akan mengirimkan mahasiswanya untuk melaksanakan kegiatan magang sebagai implementasi kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Selain itu, Fisip Unand dan Ombudsman perwakilan Sumbar, juga akan melakukan kajian tentang standar pelayanan publik yang akan diterapkan di Sumbar. Hal ini akan mendorong pelayanan publik yang sesuai standar bagi seluruh warga.

Pada kesempatan tersebut, Dekan Fisip Unand, Azwar, mengatakan Fisip akan mendorong terlaksananya pelayanan publik yang baik di Sumatera Barat melalui kajian akademik. Banyaknya hasil kajian dan penelitin dosen-dosen fisip tentang pelayanan publik akan sangat membantu pemangku kebijakan dalam menetapkan aturan untuk menghindari maladministrasi. “Kita inginkan Fisip Unand berkontrusi dalam masyarakat secara langsung melalui kerjasama ini,” ujarnya menutup pembicaraan. 

Bengkulu, 09/03/2021. Pimpinan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Universitas Andalas, mulai menerapkan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dengan menjalin kerjasama dengan FISIP Universitas Bengkulu. Penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) dilaksanakan di FISIP Universitas Bengkulu (Unib) pada tanggal 8-9 Maret 2021 lalu.

Dekan FISIP Universitas Andalas, Dr. Azwar, M.Si mengatakan dengan diberlakukannya MBKM, setiap perguruan tinggi harus berinisiatif membangun jaringan dengan institusi dan kampus lainnya. Hal ini menurutnya merupakan tuntutan dan indikator kinerja utama sebuah kampus yang masuk kategori unggul. “Kita harus berdayakan sumber daya di FISIP untuk bisa bekerjasama dengan pihak lain,” ujarnya melalui sambungan telepon.

FISIP Unand yang diwakili oleh Wakil Dekan II Dr. Elva Ronaning Roem, M.Ikom menandatangani beberapa kesepakatan dengan FISIP Unib. Melalui MoA ini, mahasiswa dari masing-masing universitas bisa saling melakukan pertukaran mahasiswa untuk beberapa mata kuliah. Begitu juga dengan tenaga pengajar, dosen kedua fakultas ini bisa saling mengajar di FISIP Unand dan FISIP Unib.

Selain pertukaran mahasiswa, adanya MoA memungkinkan dosen-dosen antar dua kampus ini bekerjasama dalam melakukan penelitian (joint reseach) termasuk menulis bersama. Hal ini menjawab tuntutan penerapan MBKM yang mengharuskan setiap kampus berkolaborasi dengan institusi lain dalam proses belajar mengajar (IH).

 

Bengkulu, 08/03/2021. Perwakilan Jurusan Ilmu Komunikasi Fisip Unand, menyambangi Provinsi Bengkulu untuk roadshow dan pengenalan jurusan. Roadshow Jurusan Ilmu Komunikasi diadakan di SMAN 2 dan SMAN 5 Kota Bengkulu pada 8-9 Maret 2021 lalu

Kegiatan tahunan ini dilakukan dalam rangka mengenalkan Jurusan Ilmu Komunikasi, Fisip, Unand di Bengkulu. SMAN 2 Kota Bengkulu menjadi lokasi pertama yang dikunjungi. Antusisasme calon mahasiswa terlihat saat diskusi dan pemutaran video profil Jurusan Ilmu Komunikasi. Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMAN 2 Kota Bengkulu, Mud Marsudi sangat berharap siswa mereka bisa diterima di Jurusan Ilmu Komunikasi Fisip Unand. “Semoga anak-anak kami bisa diterima di Jurusan Ilmu Komunikasi, Fisip, Unand,” ujarnya saat memberi kata sambutan.

Berbeda dengan SMAN 2, Roadshow di SMAN 5 Kota Bengkulu dilakukan dengan lebih intensif. Para dosen Ilmu Komunikasi dibagi dalam beberapa kelas berbeda untuk menyampaikan materi. ““Siswa-siswi sangat interaktif dan merespon dengan baik ketika sosialisasi berlangsung, kami juga ikut bersemangat untuk mengenalkan jurusan llmu Komunikasi kepada mereka,” ujar Sarmiati salah satu anggota tim dosen.

Pada tahun 2021, Jurusan Ilmu Komunikasi, Fisip, Unand, akan menerima sekitar 100 orang mahasiswa baru melalui berbagai jalur penerimaan. Angka ketetatan masuk Jurusan Ilmu Komunikasi, Fisip, Unand cukup tinggi dalam beberapa tahun terakhir. Saat ini mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi berasal dari berbagai provinsi di Indonesia. Termasuk beberapa mahasiswa asing yang berasal dari Madagaskar dan Suriname.

Headline